Minggu, 07 Mei 2017
SETANPUN MINTA PENSIUN
IBLIS MINTA PENSIUN
Malaikat : " Kenapa kamu wahai Setan ..kok murung seperti stress dan putus asa ?
.
Setan : " Wahai Malaikat, sampaikan kepada Tuhan saya mau mengajukan pensiun dini untuk menggoda manusia !"
.
Malaikat : " Kenapa kamu minta pensiun? padahal kamu yang meminta untuk selalu menggoda manusia sampai hari Kiamat ?
.
Setan : " Wahai Malaikat .... Amit amit sekarang kelakuan manusia sudah melebihi setan. Saya kuatir justru saya yang tergoda oleh manusia. Makanya saya minta pensiun dini untuk menggoda manusia .
.
Coba Bayangin saja :
- Manusia BERZINA, yang enak dia, yang disalahkan SETAN.
- Manusia KORUPSI yang menikmati dia, katanya digoda SETAN.
- Manusia SELINGKUH dia keenakan, katanya dipengaruhi SETAN.
- Manusia ke DISKOTIK dan karaoke disana bernyanyi nyanyi, senggol sana sini, katanya disuruh SETAN.
- Manusia yang BERJUDI, katanya ajakan SETAN. Padahal hamba nggak bisa gunain duit.
- Manusia BERBOHONG karena pengaruh SETAN, padahal untung ruginya gak ada buat SETAN.
Manusia sekarang bener bener kebangetan sekali deh...Pokoknya saya pengen pensiun dini untuk menggoda manusia.
.
Saya benar-benar tobat memikirkan Manusia....manusia memfitnah saya terus.... "
.
(hmmm malah setan yang mau tobat)"
Selasa, 25 April 2017
TIPS COCOK TANAM
Cara Agar tanaman cepat berbuah
1. Pemangkasan tanaman
Pemangkasan tanaman ini bertujuan agar tanaman cepat berbuah. Sasaran pemangkasan adalah pada:
- ranting-ranting yang tidak produktif
- cabang-cabang tanaman yang rusak
- Tajuk tanaman yang mengarah ke dalam
- pucuk-pucuk cabang/pohon.
Beberapa tanaman buah yang sering diberi perlakuan ini adalah: anggur, jeruk, apel, mangga, nangka, dan sirsak.
Yang perlu diperhatikan juga adalah teknik pemangkasan dan perlakuan setelah pemangkasan. Usahakan pemangkasan menggunakan alat yang sesuai. Untuk ranting kecil bisa menggunakan gunting tanaman, sedangkan cabang yang sudah besar gunakan gergaji. Arah pemotongan usahakan miring mengarah ke dalam agar bekas pemotongan tidak terkena air hujan yang bisa menyebabkan pembusukan. Berikan juga cat, tir, atau parafin pada bekas luka pemotongan agar terhindar dari serangan infeksi hama penyakit.
2. Mengikat batang tanaman
Beberapa petani di desa jaman dahulu seringkali melakukan teknik ini, yaitu mengikat batang/cabang primer tanaman menggunakan kawat/tambang. Dengan mengikat/melilit batang tanaman ini maka pengangkutan karbohidrat hasil fotosintesa ke bagian akar akan terhambat sehingga menumpuk di cabang-cabang dan daun sehingga merangsang tanaman untuk berbunga lalu berbuah.
3. Perlukaan Batang tanaman
Teknik yang ketiga ini, melukai batang tanaman fungsinya hampir sama pada teknik pengikatan batang, yaitu menghambat penyaluran zat-zat makanan hasil fotosintesa daun ke bagian bawah/akar sehingga terjadi penumpukan makanan di bagian atas/dahan. Pada akhirnya tanaman akan terangsang untuk berbunga.
Yang perlu diperhatikan dalam teknik melukai batang tanaman ini adalah jangan sampai kebablasan sehingga malah menyebabkan tanaman menjadi mati.
Teknik melukai batang tanaman:
Goreslah kulit batang pohon menggunakan pisau tajam dengan ukuran 10-20an cm mengelilingi batang pohon, kerok sampai kambiumnya hilang (secara ringkas hampir mirip dengan teknik mencangkok). Kemudian oleskan ter/parafin untuk mencegah infeksi penyakit/hama tanaman.
Jenis tanaman buah yang sering diperlakukan seperti ini adalah mangga, nangka, dan kelengkeng. Biasanya pohon buah seperti kelengkeng akan berbuah 4-5 bulan setelah mendapat perlakuan ini.
4. Perempelan Tunas tanaman
Kadang ada rasa sayang melihat tunas tanaman yang baru tumbuh pada batang pokok tanaman. Tetapi justru teknik perempelan tunas ini harus dilakukan agar tanaman cepat berbuah. Terutama untuk tunas-tunas liar pada batang pokok bawah tanaman.
5. Pemupukan tanaman
Biasanya untuk membuat tanaman cepat berbuah, cara yang biasa ditempuh oleh petani adalah dengan penyemprotan menggunakan pupuk daun. Penyemprotan dikenakan langsung pada daun yang nantinya akan diserap melalui stomata pada permukaan daun.
6. Pemberian Hormon
Hormon disini beda dengan pupuk tanaman. Fungsiny adalah untuk memacu tanaman agar segera berbuah. Biasanya teknik yang diterapkan dengan cara menyuntikkan pada batang tanaman, disemprotkan, atau dibasahkan pada bagian akar tanaman. Teknik ini disebut juga teknik booster. Saya pribadi kurang suka dengan teknik ini karena kesannya pemaksaan dan pemerk*saan pada tanaman.
7. Stres Air
Teknik stres air ini perlu dilakukan dengan sangat hati-hati. Karena alih-alih tanaman cepat berbuah, malah tanaman menjadi layu dan mati. Sres air dalam hal ini bukan berarti tidak disirami sama sekali tetapi hanya ditahan selama 2-3 hari tanpa air. Fungsinya agar daun tidak terlalu tumbuh lebat yang akhirnya akan merangsang tanaman untuk berbunga. Pastikan sebelum menerapkan teknik ini tanaman benar-benar sehat.
Minggu, 23 April 2017
PETUAH MBAH MAIMUN
KH Maimoen Zubair sekarang ini adalah ulama sepuh yang sangat disegani. Beberapa petikan pendapat hasil wawancara ini disajikan Duta Islam untuk dijadikan pedoman bagi umat Islam, utamanya soal kerukunan antar anak bangsa, Indonesia.
1. Nasab ada dua; keilmuan dan keturunan. Segala pengetahuan maka itu adalah keilmuan. Ukuran keilmuan adalah kembalinya kepada Al-Quran yang utama.
2. Masa sekarang, tidak lagi memikirkan hadist atau bukan. Agama itu rasio. Ada dalil aqli dan naqli. Selama dalil aqli tidak bertentangan dengan naqli, maka bisa dijadikan hukum.
3. Sanad keilmuan itu penting. Karena itu pokok dan menjadi syarat bahwa ilmu itu benar-benar berasal dari Nabi Muhammad, Sang sumber ilmu.
4. Zaman sekarang, banyak orang paham Al-Quran dari terjemahan. Malah terkadang hafal Al-Quran tidak tahu artinya. Dulu, orang hafal Al-Quran pasti alim, tapi sekarang yang hafal Al-Quran umumnya justru malah perempuan. Kita harus hati-hati. Jangan berkiblat pada terjemah Al-Quran atau kitab, apalagi internet.
5. Ini akhir zaman, orang Islam pintar-pintar karena pakai huruf latin atau terjemahan. Jarang sekali ada skripsi pakai Bahasa Arab. Jadi, yang baru harus kita terima, tapi yg dulu harus kita pertahankan. Itu sudah qodho' Allah.
;
6. Sekarang, tidak ada negara khilafah. Semua negara nasional. Dulu, orang haji semua pakai bendera Islam. Tapi sekarang, semua pakai bendera nasional masing-masing.
7. Kita harus junjung tinggi bangsa ini. Nabi sendiri menjunjung tinggi Bangsa Arab, karena nabi orang Arab. Sehingga Arab menjadi penguasa dan panutan bagi bangsa-bangsa lain.
8. Syiir syubbanul wathon itu karya Mbah Wahab. Saya dapatkan dari abah saya, abah saya dari Mbah Wahab. Pertama kali saya berikan kepada Nusron, ketua GP Anshor saat itu. Karena segala perubahan itu berawal dari anak muda. Indonesia merdeka karena semangat pemuda pada 28 Oktober.
9. Selisih itu bawaan manusia. Kalau ingin maju, buat bersatu tapi tetap boleh beda. Itulah konsep Bhinneka Tunggal Ika. Kalau hanya Islam, tidak akan mampu mempersatukan Indonesia. Nasional harus kita samakan dengan keislaman. Sehingga beda tapi sama, sama tapi beda.
10. Semua agama menunjukkan kebaikan. Sebab agama itu punya 4 titik kesamaan; Pertama, menjaga jiwa. Kedua, menjunjung akal. Ketiga, melestarikan keturunan. Keempat, menjaga bahwa manusia adalah ciptaan Allah yang paling mulia.
11. Ahok sudah minta maaf. Kita minta seluruh umat Islam untuk tenang dan meredam amarah. Jangan dibesar-besarkan. Jika bisa diredam maka persatuan juga bisa dijaga. Jika umat islam Jakarta memang tak mau memilihnya karena faktor agama, ya jangan dibesar-besarkan sehinggu memicu isu SARA.
Ini adalah resume wawancara dengan KH Maimoen Zubair, Sarang, Rembang.
Selasa, 18 April 2017
BERIBADAH DENGAN NGOPI
"NGOPI"
Ibadah Santri yang hampir tak disadari.
Sudah maklum dikalangan santri, bahwa ngopi merupakan budaya mereka yang telah turun temurun dari sejak dulu. Tak hanya SANTRI, mereka yang sudah bermetamorfosis menjadi KYAI juga tak lepas dari budaya NGOPI, bahkan para cendekiawan islam, para ULAMA yang kiprah dan keilmuannya sudah di akui oleh dunia tak lepas dengan budaya NGOPI.
Mengingat tugas santri adalah "Tholabil 'Ilmi"
Maka sudah menjadi keniscayaan jika semua tingkah polahnya hanya berkutik terkait hal yang berbau ilmu, atau minimal dengan hal yang masih berkaitan dengan ilmu.
Para ulama terdahulu menganggap bahwa NGOPI termasuk ibadah, sebagaimana mencari ilmu, karena segala sesuatu yang menjadi wasilah atau perantara melakukan kebaikan (ibadah) maka ia bernilai kebaikan (ibadah) pula. Bahasa santrinya
للوسائل حكم المقاصد (lilwasail hukmul maqoshid)
Maka bisa dikatakan bahwa ngopi itu termasuk ibadah, jika memang dengan tujuan untuk ibadah, semisal agar mutholaah atau nderes Al Qur'an tidak ngantuk, supaya kuat lama ketika sholat malam, dan lain sebagainya.
INGAT...Itu semua tak lain merupakan budaya para As Salafus Sholih terdahulu...
Pertanyaannya, kalau sekarang?
Ngopinya sih masih....entah niatnya...hehhehe
Seperti yang sudah maklum...segala sesuatu butuh niat...انما الاعمال بالنيات .... jika hanya sebatas ngopi...ngopi dan ngopi....AKEH TUNGGALE...
Tugas kita sebagai santri adalah bagaimana NGOPI ini bisa bernilai ibadah sebagaimana para santri santri yang sudah OTW menjadi KYAI. Yakni mencampur kopi bukan hanya dengan susu dan gula, tapi juga mencacampurkan niat untuk wasilah mencari RIDLO-NYA.
Monggo di istiqomahke tri santri anggene nNGOPI... KOPI MANA KOPI....
#kopi
#kopiibadah
Senin, 13 Maret 2017
Nadzom Untuk Terhindar Dari sakit Mata
Seperti biasa, hari Ahad pagi semua santri Khozinatul 'Ulum Blora mengaji kitab Tafsir Jalalin bersama Bapak Pengasuh, KH. Muharror Ali. Waktu itu, beliau membaca sampai pada surat yusuf yang mengisahkan bahwa Nabi Ayyub, Bapak dari Nabi Yusuf yang ketika itu kedua matanya tidak bisa melihat (buta) dikarenakan larut dalam kesedihan yang mendalam karena ditinggal oleh putranya Yusuf. di sela-sela cerita ini, beliau yang akrab dikenal Yai Murarror memaparkan kepada santri-santrinya bahwa barang siapa yang hafal dua bait ini, maka akan terhindar dari segala macam penyakit mata. Kemudian beliau membacakan berulang-ulang 2 bait ini dan diikuti semua santri :
يَا نَاظِرَيَّ بِيَعْقُوْبَ اُعِيْذُ هُمَا # بِمَا اسْتَعَاذَ بِهِ اِذْ مَسَّهُ الْكَمَدُ
قَمِيْصُ يُوْسُفَ اِذْ جَاءَ الْبَشِيْرُ بِهِ # بِحَقِّ يَعْقُوْبَ اِذْهَبْ اَيُّهَا الرَّمَدُ
Sabtu, 11 Maret 2017
Pengaduan Santri Kepada Sang Kyai
بِجَارُوْمٍ
اَوْ سُكُوْنٍ اَوْ سُوْرِيَا
|
يَنْبَغِي بَعْدَ اَكْلٍ اَنْ تُرَقَّعَ
|
Dengan rokok jarum atau suskun atau surya
|
Setelahmakan seaiknya engkau
merokok
|
فَتَخْتَلِطْ
بِاَثَارِ الْقَهْوَةِ
|
وَاِنْ تُرِيدْ زِيَادَةَ اللَّذّاَتِ
|
Maka lilitkan padanya dengan “lethek” kopi
|
Jika engkau ingin bertamah nikmat lagi
|




