Tampilkan postingan dengan label khozinatul 'ulum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label khozinatul 'ulum. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 Mei 2017

SETANPUN MINTA PENSIUN





                                                            IBLIS MINTA PENSIUN
Malaikat : " Kenapa kamu wahai Setan ..kok murung seperti stress dan putus asa ?
.
Setan : " Wahai Malaikat, sampaikan kepada Tuhan saya mau mengajukan pensiun dini untuk menggoda manusia !"
.
Malaikat : " Kenapa kamu minta pensiun? padahal kamu yang meminta untuk selalu menggoda manusia sampai hari Kiamat ?
.
Setan : " Wahai Malaikat .... Amit amit sekarang kelakuan manusia sudah melebihi setan. Saya kuatir justru saya yang tergoda oleh manusia. Makanya saya minta pensiun dini untuk menggoda manusia .
.
Coba Bayangin saja :

- Manusia BERZINA, yang enak dia, yang disalahkan SETAN.
- Manusia KORUPSI yang menikmati dia, katanya digoda SETAN.
- Manusia SELINGKUH dia keenakan, katanya dipengaruhi SETAN.
- Manusia ke DISKOTIK dan karaoke disana bernyanyi nyanyi, senggol sana sini, katanya disuruh SETAN.
- Manusia yang BERJUDI, katanya ajakan SETAN. Padahal hamba nggak bisa gunain duit.
- Manusia BERBOHONG karena pengaruh SETAN, padahal untung ruginya gak ada buat SETAN.
Manusia sekarang bener bener kebangetan sekali deh...Pokoknya saya pengen pensiun dini untuk menggoda manusia.
.
Saya benar-benar tobat memikirkan Manusia....manusia memfitnah saya terus.... "
.
(hmmm malah setan yang mau tobat)"

Selasa, 25 April 2017

TIPS COCOK TANAM

Cara Agar tanaman cepat berbuah

1. Pemangkasan tanaman
Pemangkasan tanaman ini bertujuan agar tanaman cepat berbuah. Sasaran pemangkasan adalah pada:
- ranting-ranting yang tidak produktif
- cabang-cabang tanaman yang rusak
- Tajuk tanaman yang mengarah ke dalam
- pucuk-pucuk cabang/pohon.
Beberapa tanaman buah yang sering diberi perlakuan ini adalah: anggur, jeruk, apel, mangga, nangka, dan sirsak.

Yang perlu diperhatikan juga adalah teknik pemangkasan dan perlakuan setelah pemangkasan. Usahakan pemangkasan menggunakan alat yang sesuai. Untuk ranting kecil bisa menggunakan gunting tanaman, sedangkan cabang yang sudah besar gunakan gergaji. Arah pemotongan usahakan miring mengarah ke dalam agar bekas pemotongan tidak terkena air hujan yang bisa menyebabkan pembusukan. Berikan juga cat, tir, atau parafin pada bekas luka pemotongan agar terhindar dari serangan infeksi hama penyakit.

2. Mengikat batang tanaman
Beberapa petani di desa jaman dahulu seringkali melakukan teknik ini, yaitu mengikat batang/cabang primer tanaman menggunakan kawat/tambang. Dengan mengikat/melilit batang tanaman ini maka pengangkutan karbohidrat hasil fotosintesa ke bagian akar akan terhambat sehingga menumpuk di cabang-cabang dan daun sehingga merangsang tanaman untuk berbunga lalu berbuah.

3. Perlukaan Batang tanaman
Teknik yang ketiga ini, melukai batang tanaman fungsinya hampir sama pada teknik pengikatan batang, yaitu menghambat penyaluran zat-zat makanan hasil fotosintesa daun ke bagian bawah/akar sehingga terjadi penumpukan makanan di bagian atas/dahan. Pada akhirnya tanaman akan terangsang untuk berbunga.
Yang perlu diperhatikan dalam teknik melukai batang tanaman ini adalah jangan sampai kebablasan sehingga malah menyebabkan tanaman menjadi mati.

Teknik melukai batang tanaman:
Goreslah kulit batang pohon menggunakan pisau tajam dengan ukuran 10-20an cm mengelilingi batang pohon, kerok sampai kambiumnya hilang (secara ringkas hampir mirip dengan teknik mencangkok). Kemudian oleskan ter/parafin untuk mencegah infeksi penyakit/hama tanaman.
Jenis tanaman buah yang sering diperlakukan seperti ini adalah mangga, nangka, dan kelengkeng. Biasanya pohon buah seperti kelengkeng akan berbuah 4-5 bulan setelah mendapat perlakuan ini.

4. Perempelan Tunas tanaman
Kadang ada rasa sayang melihat tunas tanaman yang baru tumbuh pada batang pokok tanaman. Tetapi justru teknik perempelan tunas ini harus dilakukan agar tanaman cepat berbuah. Terutama untuk tunas-tunas liar pada batang pokok bawah tanaman.

5. Pemupukan tanaman
Biasanya untuk membuat tanaman cepat berbuah, cara yang biasa ditempuh oleh petani adalah dengan penyemprotan menggunakan pupuk daun. Penyemprotan dikenakan langsung pada daun yang nantinya akan diserap melalui stomata pada permukaan daun.

6. Pemberian Hormon
Hormon disini beda dengan pupuk tanaman. Fungsiny adalah untuk memacu tanaman agar segera berbuah. Biasanya teknik yang diterapkan dengan cara menyuntikkan pada batang tanaman, disemprotkan, atau dibasahkan pada bagian akar tanaman. Teknik ini disebut juga teknik booster. Saya pribadi kurang suka dengan teknik ini karena kesannya pemaksaan dan pemerk*saan pada tanaman.

7. Stres Air
Teknik stres air ini perlu dilakukan dengan sangat hati-hati. Karena alih-alih tanaman cepat berbuah, malah tanaman menjadi layu dan mati. Sres air dalam hal ini bukan berarti tidak disirami sama sekali tetapi hanya ditahan selama 2-3 hari tanpa air. Fungsinya agar daun tidak terlalu tumbuh lebat yang akhirnya akan merangsang tanaman untuk berbunga. Pastikan sebelum menerapkan teknik ini tanaman benar-benar sehat.

Minggu, 23 April 2017

PETUAH MBAH MAIMUN

KH Maimoen Zubair sekarang ini adalah ulama sepuh yang sangat disegani. Beberapa petikan pendapat hasil wawancara ini disajikan Duta Islam untuk dijadikan pedoman bagi umat Islam, utamanya soal kerukunan antar anak bangsa, Indonesia.
1. Nasab ada dua; keilmuan dan keturunan. Segala pengetahuan maka itu adalah keilmuan. Ukuran keilmuan adalah kembalinya kepada Al-Quran yang utama.
2. Masa sekarang, tidak lagi memikirkan hadist atau bukan. Agama itu rasio. Ada dalil aqli dan naqli. Selama dalil aqli tidak bertentangan dengan naqli, maka bisa dijadikan hukum.
3. Sanad keilmuan itu penting. Karena itu pokok dan menjadi syarat bahwa ilmu itu benar-benar berasal dari Nabi Muhammad, Sang sumber ilmu.
4. Zaman sekarang, banyak orang paham Al-Quran dari terjemahan. Malah terkadang hafal Al-Quran tidak tahu artinya. Dulu, orang hafal Al-Quran pasti alim, tapi sekarang yang hafal Al-Quran umumnya justru malah perempuan. Kita harus hati-hati. Jangan berkiblat pada terjemah Al-Quran atau kitab, apalagi internet.
5. Ini akhir zaman, orang Islam pintar-pintar karena pakai huruf latin atau terjemahan. Jarang sekali ada skripsi pakai Bahasa Arab. Jadi, yang baru harus kita terima, tapi yg dulu harus kita pertahankan. Itu sudah qodho' Allah.
;
6. Sekarang, tidak ada negara khilafah. Semua negara nasional. Dulu, orang haji semua pakai bendera Islam. Tapi sekarang, semua pakai bendera nasional masing-masing.
7. Kita harus junjung tinggi bangsa ini. Nabi sendiri menjunjung tinggi Bangsa Arab, karena nabi orang Arab. Sehingga Arab menjadi penguasa dan panutan bagi bangsa-bangsa lain.
8. Syiir syubbanul wathon itu karya Mbah Wahab. Saya dapatkan dari abah saya, abah saya dari Mbah Wahab. Pertama kali saya berikan kepada Nusron, ketua GP Anshor saat itu. Karena segala perubahan itu berawal dari anak muda. Indonesia merdeka karena semangat pemuda pada 28 Oktober.
9. Selisih itu bawaan manusia. Kalau ingin maju, buat bersatu tapi tetap boleh beda. Itulah konsep Bhinneka Tunggal Ika. Kalau hanya Islam, tidak akan mampu mempersatukan Indonesia. Nasional harus kita samakan dengan keislaman. Sehingga beda tapi sama, sama tapi beda.
10. Semua agama menunjukkan kebaikan. Sebab agama itu punya 4 titik kesamaan; Pertama, menjaga jiwa. Kedua, menjunjung akal. Ketiga, melestarikan keturunan. Keempat, menjaga bahwa manusia adalah ciptaan Allah yang paling mulia.
11. Ahok sudah minta maaf. Kita minta seluruh umat Islam untuk tenang dan meredam amarah. Jangan dibesar-besarkan. Jika bisa diredam maka persatuan juga bisa dijaga. Jika umat islam Jakarta memang tak mau memilihnya karena faktor agama, ya jangan dibesar-besarkan sehinggu memicu isu SARA.
Ini adalah resume wawancara dengan KH Maimoen Zubair, Sarang, Rembang.

Selasa, 18 April 2017

BERIBADAH DENGAN NGOPI

"NGOPI"
Ibadah Santri yang hampir tak disadari.

Sudah maklum dikalangan santri, bahwa ngopi merupakan budaya mereka yang telah turun temurun dari sejak dulu. Tak hanya SANTRI, mereka yang sudah bermetamorfosis menjadi KYAI juga tak lepas dari budaya NGOPI, bahkan para cendekiawan islam,  para ULAMA yang kiprah dan keilmuannya sudah di akui oleh dunia tak lepas dengan budaya NGOPI.

Mengingat tugas santri adalah "Tholabil 'Ilmi"
Maka sudah menjadi keniscayaan jika semua tingkah polahnya hanya berkutik terkait hal yang berbau ilmu, atau minimal dengan hal yang masih berkaitan dengan ilmu.

Para ulama terdahulu menganggap bahwa NGOPI termasuk ibadah, sebagaimana mencari ilmu, karena segala sesuatu yang menjadi wasilah atau perantara melakukan kebaikan (ibadah) maka ia bernilai kebaikan (ibadah) pula. Bahasa santrinya  

للوسائل حكم المقاصد (lilwasail hukmul maqoshid)

Maka bisa dikatakan bahwa ngopi itu termasuk ibadah, jika memang dengan tujuan untuk ibadah, semisal agar mutholaah atau nderes Al Qur'an tidak ngantuk,  supaya kuat lama ketika sholat malam, dan lain sebagainya.

INGAT...Itu semua tak lain merupakan budaya para As Salafus Sholih terdahulu...

Pertanyaannya, kalau sekarang?

Ngopinya sih masih....entah niatnya...hehhehe
Seperti yang sudah maklum...segala sesuatu butuh niat...انما الاعمال بالنيات .... jika hanya sebatas ngopi...ngopi dan ngopi....AKEH TUNGGALE...

Tugas kita sebagai santri adalah bagaimana NGOPI ini bisa bernilai ibadah sebagaimana para santri santri yang sudah OTW menjadi KYAI. Yakni mencampur  kopi bukan hanya dengan susu dan gula, tapi juga mencacampurkan  niat untuk wasilah mencari RIDLO-NYA.
Monggo di istiqomahke tri santri anggene nNGOPI... KOPI MANA KOPI....
#kopi
#kopiibadah

Senin, 13 Maret 2017

Nadzom Untuk Terhindar Dari sakit Mata


Bait Syair Penolak Sakit Mata

Seperti biasa, hari Ahad pagi semua santri Khozinatul 'Ulum Blora mengaji kitab Tafsir Jalalin bersama Bapak Pengasuh, KH. Muharror Ali.  Waktu itu, beliau membaca sampai pada surat yusuf yang mengisahkan bahwa Nabi Ayyub, Bapak dari Nabi Yusuf yang ketika itu kedua matanya tidak bisa melihat (buta) dikarenakan larut dalam kesedihan yang mendalam karena ditinggal oleh putranya Yusuf.  di sela-sela cerita ini, beliau yang akrab dikenal Yai Murarror memaparkan kepada santri-santrinya bahwa barang siapa yang hafal dua bait ini, maka akan terhindar dari segala macam penyakit mata. Kemudian beliau membacakan berulang-ulang 2 bait ini dan diikuti semua santri :

يَا نَاظِرَيَّ بِيَعْقُوْبَ اُعِيْذُ هُمَا # بِمَا اسْتَعَاذَ بِهِ اِذْ مَسَّهُ الْكَمَدُ
قَمِيْصُ يُوْسُفَ اِذْ جَاءَ الْبَشِيْرُ بِهِ # بِحَقِّ يَعْقُوْبَ اِذْهَبْ اَيُّهَا الرَّمَدُ


Sabtu, 11 Maret 2017

Pengaduan Santri Kepada Sang Kyai




“KAGUMKU PADA SANTRIMU-KYAI-KU”
Yai,terus terang saya sangat kagum dengan para santri yai sekarang ini. Santri panjenengan  sekarang sudah sangat beda dengan santri jaman  dahulu.  Peradaban mereka sekarang  sudah semakin  maju, pola pikir mereka juga sudah semakin berpacu. Jika boleh tahu, suplemen tambahan apa yang panjenangan berikan pada makanan mereka yai? ataukah ada semacam metode “Nyantri kontemporer” yang baru panjenengan terapkan? Atau jangan-jangan ada “Doa dan Wirid” yang beda untuk santri-santri panjenengan yang sekarang ini? Sehingga,  jika dipaksa jujur, rasa-rasanya saya kok merasa amat sangat terpukau dengan para santri yai yang sekarang ini.
Bagaimana tidak yai,  Kini mereka sudah tak bisa dikata bodoh lagi. Santri panjenengan yang dulu-dulu tak punya waktu selain bergelut dengan ilmu, karena mereka memang merasa kurang tahu dan atau untuk sekedar memperdalam sesuatu yang ia baru tahu, sehingga terkesan bodoh nan dungu. Santri sekarang kok kiranya kurang sebegitu mau tahu dengan semua itu Yai,.... mereka lebih seru dengan bermain yang kurang bermutu, canda tawa atau sekedar bergurau. Husnudzon saya, jangan-jangan  mereka sudah mencapai maqom yang orang sebagai sosok PINTAR, sehingga tak perlu lagi apa itu yang namanya belajar...nopo leres ngoten nggeh yai?
Yai, Santri panjenengan juga sudah lebih berpengalaman di lapangan. Saya yakin, pelajaran mereka belum sampai “Babul Qordli” (bab hutang piutang)...tapi tahukah anda Yai...mereka dalam prakteknya lebih afqoh dan lebih handal. Buktinya banyak warung yang saya jumpai, tak sedikit nama-nama mereka yang tercantum dalam “Buku Besar” pemilik warung...lengkap dengan nominal rupiah yang mungkin akan membuat wali santri menjadi resah. Subhaanalloh banget kan yai? Mereka dapat melampaui kemampuan standar dari santri dulu. Apa ini yang dimaksud ilmu laduni ya yai?
Yai, panjenengan juga patut banyak bersyukur karena punya santri-santri yang saya rasa “selangkah lebih maju”. Walau secara penampilan ada yang terkesan belum cukup umur, tapi ternyata mereka sudah tak ada yang kecil lagi yai, tak ada lagi yang cengeng, tak ada lagi yang manja, semua sudah berjiwa dewasa. Buktinya, mereka semua sudah kenal apa itu cinta, bahkan apa itu asmara mereka sudah hafal dan faham diluar kepala. Muhafadzoh mereka bukan lagi tentang “Al Kalamu Huwallafdhu” melainkan sudah bergeser pada “Fashlun Fi Bayani I Love You & I Miss You”. Memang benar-benar hebat kan santri panjenengan yai? Tambah salut rasanya saya pada mereka. Jadi, kelak panjenengan ndak usah repot-repot memaknai gandul “Ana Uhibbiki atau Qolby Syauqun Laki” karena insya allah mereka sudah laduni dengan hal ini, kirang langkung ngoten yai.
Yai, ternyata santri-santri panjenengan juga sangat ahli dalam  “Rukyah dan Hisab”,  Hanya saja mungkin sedikit beda perspektif dalam dua hal tadi. Kaitannya dengan Rukyah... mungkin mereka terobsesi dengan hadis nabi “Innallaaha Jamiil Yuhibbul Jamal” (sesungguhnya Allah Dzat yang indah, dan suka dengan yang indah-indah). Sehingga jika ada wanita cantik sedang lewat...dengan khusyu’ tanpa berkedip mereka memandanginya, seraya berkata “Ma Syaa Allah La Quwwata Illa Billaah”. Suhaanalloh bangetkan yai santri panjenengan? Mubadzir kiranya  jika ada pemandangan indah terlewatkan begitu saja, toh mungkin juga seagai bukti mereka untuk bersyukur dengan karunia mata yang begitu dahsyatnya...”Fabiayyi Alaaairobbikuma Tukadzzibaan”... begitu kiranya yai…
Sedangkan dalam hal Hisab, saya yakin mereka lebih Alim soal ini. Walaupun MUI sudah memfatwakan rokok haram, tapi mereka amat sanagt tahu kalau fatwa ini bukan bersifat mengikat. Jadi, asalkan rokok masih terasa nikmat, ya sikat. Masalah fatwa mah, bodoh amat egitu penafsiran priadi saya kira-kira yai.kalau oleh menamahkan yai,  Rasanya ada nilai plus dalam urusan “Hisab” di pesantren panjenengan ini yai.... banyak para santri usia 11+  yang terkesan sudah mahir dalam bidang ini, tentu ini menjadi prestasi yang patut di acungi jempol kan yai?. Mereka sudah terlihat “Malakah” dalam urusan hisab ini yai. Ini terlihat dari cara mereka memegang , gaya nyedot mereka, serta trik-trik dan gaya menyemprotkan asapnya, begitu lihai dan sempurna. Atau jangan-jangan  mereka sudah pernah ikut pelatihan” Tafaqquh Bilhisaab”  bersama komunitas "Warka’u Maarrookiin" yai? perlu di apresiasi rasa-rasanya yai.
Bahkan beberapa senior dari “Fashoihurrokiin” sempat membuat syair tentang rokok. Kalaupun tidak salah tebak kemungkinan menggunakan Bahar Rojaz yai, begini syairnya :
بِجَارُوْمٍ اَوْ سُكُوْنٍ اَوْ سُوْرِيَا
يَنْبَغِي بَعْدَ اَكْلٍ اَنْ تُرَقَّعَ
Dengan rokok jarum atau suskun atau surya
Setelahmakan seaiknya engkau merokok
فَتَخْتَلِطْ بِاَثَارِ الْقَهْوَةِ
وَاِنْ تُرِيدْ زِيَادَةَ اللَّذّاَتِ
Maka lilitkan padanya dengan “lethek” kopi
Jika engkau ingin bertamah nikmat lagi

Yai, Hal lain yang membanggakan bagi saya,yakni santri panjenengan sekarang juga sudah tak lagi terkesan kumuh, kotor dan kampungan seperti dulu yai. Jika dulu, mereka memakai songkok dengan gaya sedikit miring, toh karena terlalu lama dipakai sampai berwarna kuning, serta sarung yang ngepir dan rambut kurang rapi karena jarang disisir. Tapi kini rasanya itu semua sudah tak ada lagi yai, Pakaian mereka sekarang serba mewah,  malahan ada sebagian santri panjenengan ketika keluar pakaiannya atas bawah harus serasi supaya terlihat rapi yai, juga tak lupa semprotkan minyak wangi supaya lebih percaya diri, kemajuan banget kan yai? Santri dulu banyak yang malas mencuci sendiri,sekarang  masalah itu tak ada lagi yai, karena sudah pada pindah kiblat ke laundry.
Yang lebih mencengangkan lagi yai, mereka  berlumba-lumba mengenakan pakaian yang mahalnya tak karu-karuan hanya menuruti trend gengsi yang berlebihan....walau terkadang uang syahriyah dan kos makan sekali kali menjadi korban. Kreatif banget kan yai? mungkin karena mengamalkan jargon “Fastabiqul Khoiroot” (berlumba lumba dalam kebaikan), karena “Katanya” yang lebih mahal lebih baik...begitu kira-kira yai.
Selain itu semua, masih banyak hal-hal yang saya kagumi pada santri-santri yai, semisal mereka juga lebih tawadu', sehingga ketika mereka sekolah dan mendapat nilai jelek, mereka Cuwek dan tidak ada greget untuk menjadi lebih baik dengan membenahi nilai.... hemat saya... mungkin karena mereka memang ikhlas...dan hawatir jika mendapat nilai baik terus akhirnya takabur. Mereka juga lebih santun, sehingga tak tega jika harus mendahului teman-temannya ketika berangkat sekolah maupun jamaah, sehingga memilih untuk berangkat telat. Ketika ro’an bersih bersiah atau piket kebersiahn, mereka mengalah, karena takut jika terkesan merebut pekerjaan teman mereka. Terahir, mereka juga tidak lagi gaptek, buktinya  mutola’ah mereka sudah jarang memahas masail diniyah, melainkan lebih sibuk dengan mutolaah faceook, twitter, whatsapp, youtube dan instagram serta part. Memang santri panjenengan subhanallah yai,,,sekali lagi….masya allah….

elmaelbougry

Minggu, 28 Februari 2016

Munajat seekor burung

Celathu Seekor Burung

        Sudah belasan tahun yang lalu burung itu di masukan dalam sangkar. pertama kali ia masuk, walau sedikit berat terasa ia menjalaninya dengan apa adanya dan berusaha untuk beradaptasi dengan lingkungannya. Berkali kali ia berpindah sangkar, berpindah tangan dari satu majikan ke majikan lain pula. Lama kelamaan iapun kerasan dengan suasana yang ada. 

        Akan tetapi, Entah kenapa, semakin waktu bertambah, kini ini ia merasa bosan dengan rutinitas yang ada. Setiap pagi ia harus mengoceh riang setiap sang majikan memanggil dan memerintahnya untuk bernyanyi. Sesekali harus dipaksa mandi walau dingin menghantui. Tidak peduli ketika sedih ataupun senang, mata ngantuk ataupun terang, ketika lapar atupun kenyang, walau pun setiap hari maknan sudah selalu terhidang. Sering kali ia menangis dalam hati, walau mulut terlihat riang bernyanyi.


        Alam sadarnya mungkin hampir hilang, karena terlalu lama memendam perasaan bosan, Seakan ia ingin terbang lepas di alam liar di luar sangkarnya. Menghirup udara segar dan menyaksikan hingar bingar dunia luar. Ia bingung harus mengadu pada siapa, mencurahkan isi hati yang selama ini ia tutupi. Seakan akan ia telah lupa jika punya tuhan. Dalam gelimang kebingungannya dalam malam yang kelam...terlintas dalam benaknya untuk munajat, seketika ia bergegas mengambil air wudlu dan mengambil baju koko dan sarungnya, tak lupa songkok hitam ia kenakan lalu menggelar sajadahnya. 


        Setelah berdiri dua raka'at' ia pun tak kunjung bangun dari sujud panjangnya...ia berbisik dalam hati :
" tuhan...engkau maha mengetahui apa yang ada dalam hati hambamu ini..dan mengetahui yang terbaik baginya" seketika menetes air mata dari kedua mata burung yang malang ini.
"Tuhan...sungguh rasanya q tak kuat lagi berada dalam penjara ini, aku tak sanggup bila harus berdiam terus menerus disini...walau q sudah berusaha untuk bertahan..tapi rasanya benak ini sudah tak kuat lagi, tak kuat menahan jenuhnya rutinitas sehari. Aku sudah bosan berkicau, aku bosan dengan tugas  yang terkadang ku jalani dengan setengah hati, harus sampai kapan q mendekam di kerangkeng sempit yang penuh kejenuhan ini. Aku ingin keluar dari tempurung ini, aku ingin terbang bebas di alam luar sana. Tolong q tuhan...keluarkan q dari sini, bebaskan diriku dari perangkap ini".


        Tiba tiba ada suara berdengung memecah keheningan malam itu, "Berlatihlah untuk menerima kenyataan, jadilah burung yang Qona'ah, tak taukah engkau, jika keberadaanmu di dalam sangkar, keseharianmu berlatih berkicau, serta kesibukan tugas harianmu yang terkadang kau anggap beban bagimu, merupakan kelebihan bagimu, yang tak banyak dari sejenismu di luar sana memiliki kelebihan itu, bahkan hal itulah yang menjadikan dirimu lebih MAHAL dari yang lainnya. 

        Bersabarlah, semua akan indah ketika waktunya, nantilah massa dimana engkau telah mempunyai suara emas, terjun dalam perlombaan berkicau dan menjadi sang juara. Itulah yang seharusnya kau renungkan. Belum tentu apa yang kau inginkan dan kau anggap baik, lebih baik pula bagi dirimu, sebaliknya apa yang kau anggap jelek, berat, dan membosankan, terkadang itulah yang terbaik bagimu, ingat tuhanmu lebih tahu yang terbaik bagimu, jalani proses yang ada dengan sebaik baik mungkin untuk menyingsing hari esok. Jangan pernah mengeluh, karena mengeluh merupakan simbol berontak dengan kehendak tuhan. Jalani hari harimu dengan langkah sepenuh hati, dan yakinlah akan datang hari bahagia kelak nanti. Renungkanlah.