Naliko spertiga ahir malam jumat pertama bulan rejeb malaikat do kumpul neng ka'bah, pengeran mirsani nuli ngendikan "opo seng muk karepke malaikat?" Malaikat matur "Kulo pengen njenengan ngapunten tiyang2 seng sami poso rejeb gusti"..."wes tak ngapuro" jawabe pengeran...🥰🥰
Selasa, 25 Februari 2020
Makalah Rojabiyah
Sabtu, 31 Agustus 2019
IJAZAH MENULIS BASMALAH 113
Menulis 113 Bismillah di Awal Muharram
Imam Muhammad Haqqiy an-Naziliy rahimahullah mencatatkan dalam kitabnya Khazinatul Asrar Jalilatul Adzkar halaman 92:
Siapa saja yang menulis:
بسم الله الرحمن الرحيم
Sebanyak 113 kali pada tanggal 1 Muharram di kertas, maka dirinya dan keluarganya akan diberikan perlindungan dari segala musibah dan keburukan selama seumur hidup.
ADAPUN CARANYA :
▪Hendaknya menulis kalimah Bismillahir Rahmanir Rahim (tulisan arab) pada tanggal 1 Muharram
▪Dilakukan dalam keadaan berwudhu,
▪Menghadap qiblat,
▪Menutup aurat dan tidak berbicara
▪Niat lidaf'ul bala (tolak bala), Tahshin (benteng) dan jalbul manafi' (memperoleh manfaat) semata-mata bertabarruk dengan ayat al-Qur'an Bismillahir Rahmanir Rahim dan salah satu bulan yang dimuliakan yaitu bulan Muharram.
Syekh Muhyiddin Zadah dalam kitab Hasyiyah Tafsir al-Baidhawiy juz 1 halaman: 45 mengutip riwayat dari Khalifah Umar Bin Abdul Aziz Rahimahullah yang menyatakan:
طولوا الباء وأظهروا السين ودوروا الميم تعظيما لكتاب الله
Panjangkan huruf Ba dan (perjelas) huruf Sin dengan giginya dan bulatkan huruf Mim dengan lubang ketika menulis بسم الله sebagai bentuk penghormatan kepada al-Qur'an.
Boleh dimulakan waktu penulisannya sejak adzan maghrib ketika sudah muncul hilal (bulan muda) hari pertama pergantian tahun tanggal 1 bulan Muharram dan berakhir ketika adzan besok malamnya.
Setelah menulis 113 bismillahir rahmanir rahim dianjurkan untuk membaca doa sesuai hajat yang diinginkan kemudian tulisan 113 bismillah tadi disimpan di dalam tempat yang layak .
Kenapa sebanyak 113 ada rahsia apa pada bilangan 113?
Jawapannya:
Sebab jumlah surat dalam al-Qur'an ada 114 surah dan surah-surah tersebut semuanya diawali dengan bismillahir rahmanir rahim kecuali satu surat saja yakni surat at-Taubah. Jadi yang diawali dengan bismillah hanya 113 surah.
Doa setelah menulis 113 Basmalah antara lain:
اللهمّ انّى اسألك بفضل بسم الله الرحمن الرحيم وبحقّ بسم الله الرحمن الرحيم وبهيبة بسم الله الرحمن الرحيم وبمنزلة بسم الله الرحمن الرحيم ارفع قدري ويسّرلى امري واشرح صدري يامن هو كهيــعص حمعسـق المّ المّص المر حـم الله لااله الاهو الحيّ القيّوم بسرّ الهيبة والقدرة وبسرّ الجبروت والعظمة اجعلنى من عبادك المتّقين واهل طاعتك المحـبّين وارزقنى علمانافعا ياربّ العالمين وصلّى الله على سيّدنامحمّد وعلى آله وصحبه وسلّم
Diambil dari kitab Ittihaful Amajid Binafaisil Fawaid karya Abu Mun'yah as-Syakunjiy.
Wallahu A'lam. Semoga bermanfaat. Silakan share.
Senin, 06 Mei 2019
KOPI
ANJURAN MINUM KOPI
____________________________
Suatu ketika as-Sayyid Ahmad bin Ali Bahr al-Qadimi jumpa dengan Nabi Muhammad Saw. dalam keadaan terjaga.
Ia berkata kepada Nabi Saw. :
“Wahai Rasulullah, aku ingin
mendengar hadits darimu tanpa
perantara.”
Nabi Muhammad Saw. kemudian bersabda: “Aku akan memberimu 3 hadits :
1. Selama bau biji kopi ini masih tercium aromanya di mulut seseorang, maka selama itu pula malaikat akan beristighfar
(memintakan ampun) untukmu.
2. Barangsiapa yang menyimpan tasbih untuk digunakan berdzikir
maka Allah akan mencatatnya sebagai orang yang banyak berdzikir, baik ia gunakan tasbihnya atau tidak.
3. Barangsiapa yang duduk bersama waliyullah yang hidup atau yang sudah wafat maka pahalanya sama saja dengan ia menyembah Allah di seluruh penjuru bumi.”
Didalam kitab Tadzkiruun Naas karya Al Habib Ahmad bin Hasan Al Athas hal 177 diceritakan ;
ﻭﻛﺎﻥ ﺍﻟﺤﺒﻴﺐ ﺃﺑﻮ ﺑﻜﺮ ﺑﻦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﻌﻄﺎﺱ ﻳﻘﻮﻝ : ﺇﻥ ﺍﻟﻤﻜﺎﻥ ﺍﻟﺬﻱ ﻳُﺘﺮﻙ
ﺧﺎﻟﻴﺎً ﻳﺴﻜﻨﻮﻥ ﻓﻴﻪ ﺍﻟﺠﻦ ، ﻭﺍﻟﻤﻜﺎﻥ ﺍﻟﺬﻱ ﺗﻔﻌﻞ ﺑﻪ ﺍﻟﻘﻬﻮﺓ ﻻ ﻳﺴﻜﻨﻮﻧﻪ ﺍﻟﺠﻦ ﻭﻻ ﻳﻘﺮﺑﻮﻧﻪ .
Bahwasannya Al Habib Abu Bakar bin Abdillah Al Atthas berkata : " Sesungguhnya tempat/rumah kalau ditinggalkan dalam keadaan sepi/kosong, maka para jin akan menempatinya.
Sedangkan rumah/suatu tempat yg mana disitu biasa membuat hidangan wedang kopi maka para
jin tidak akan bisa menempatinya
dan tidak akan bisa mendekat alias mengganggu ".
Syeikh Abul Hasan asy-Syadzili RA , adalah ulama besar dan kaya-raya, murid dari seorang wali yang sangat karomah, Syeikh Abdullah al-Masyisyi.
Suatu waktu ia harus mengamal -kan wirid dan harus,menahan wudhunya sampai 40 malam tanpa batal. Dengan memohon petunjuk Allah, beliau bermimpi didatangi Rasulullah SAW dan seraya bersabda:
“Hai Abul Hasan.. ini saya bawakan biji-bijian yang banyak terdapat di tempatmu. Jemurlah! Goreng kering hingga menjadi lunak, kemudian tumbuk sampai lembut. Sesudah itu, seduh dengan air mendidih. Air itulah yang kau minum setiap malam. Insya Allah kamu tidak akan mengantuk”.
Esoknya, tahulah beliau bahwa biji yang ditunjukkan Rasulullah adalah biji kopi. Sejam minum kopi itu,beliau mampu menahan kantuk beberapa malam, bahkan 40 malam.
Sumber : kitab Tadzir an-Nas halaman 177 Diriwayatkan Alhabib Abdullah bin Alwi Al-Haddad sohibul “Rotib Haddad” Mimpi bertemu dengan Rasulullah
ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭ ﺳﻠﻢ .
Didalam mimpinya Habib Abdulloh berkata: “Ya Rasulullah berilah aku satu ucapan-MU /Sabda-MU yang belum pernah engkau sampaikan kepada para Sahabat, aku minta khusus buatku langsung dari Engkau YaRasulullah.
Rasulullah ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭ ﺳﻠﻢ
bersabda yang artinya :
Siapa yang memegang tasbih maka dia dicatat sebagai orang yang bertasbih meskipun dia tidak bertasbih.
Siapa yang minum kopi selama aroma kopi itu masih ada dimulutnya Malaikat memintakan ampun.”(kopi untuk pengajian/qiyamul lail) dapet Istighfarnya Malaikat.
Barang siapa mengunjungi seorang Wali yang masih hidup maupun telah meniggal dunia, maka ibadahnya mengunjungi wali itu lebih baik dari pada ibadah selama 70 tahun sampai tulangnya putus-putus.
Inilah kenikmatan dari Allah
ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻭ ﺗﻌﺎﻟﻰ melalui salah
satu Dzurriah/keturunan
Rosulullah ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭ ﺳﻠﻢ
yang mulia kedudukan lahir dan batinnya dihadapan Kakek beliau yang Agung Sayyidina Muhammad ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪﻋﻠﻴﻪ ﻭ ﺳﻠﻢ .
abdkadiralhamid@2018
Sumber : ahlulbaitrasulullah blogspot com
Sabtu, 06 April 2019
Ijazah mengusir kutu
~~~~• PENOLAK KUTU •~~~~
(فائدة) لدفع البراغيث تقول:
"أَيَّتُهَا الْبَـرَاغِيْثُ السُّوْدُ ، إِنَّـكُمْ فِرْقَةٌ مِنَ الْجُنُوْدِ مِنْ عَهْدِ عَادٍ وَثَـمُوْدٍ، أَقْسَمْتُ عَلَيْكُمْ بِالْـوَاحِدِ الْمَـعْبُوْدِ، تَكُونُوا عَنْ جِلْدِيْ بَعُـوْدٌ أَرْسَلْتُ عَلَيْكُـمْ صَاعِقَةً مِثْلَ صَاعِقَةِ عَادٍ وَثَـمُـوْدٍ، وَلَـكُمْ عَلَـيَّ مِنَ الْعُـهُوْدِ أَنْ لَا أَقْتُلَ مِنْكُمْ وَالِدًا وَلَا مَوْلُوْدًا، اِنْفِرُوْا فَوْرًا عَجِلًا" مرتين، بارك الله فيكم
Untuk menolak KUTU ucapkanlah :
[ayyatuhal barōghītsus sūd, innakum firqotun minal junūdi min 'ahdi 'ādin wa tsamūd, aqsamtu 'alaikum bil wāhidil ma'būd, takūnū 'alā jildiy ba'ūd, arsaltu 'alaikum shō'iqotan mitsla shō'iqoti 'ādin wa tsamūd, wa lakum 'alayya minal 'uhūd, an-lā aqtula minkum wālidan wa maulūdan, infirū fauron ‘ajilan 2X].
"Wahai nyamuk hitam, sesungguhnya kalian adalah satu golongan dari tentara dari zamannya kaum 'ad dan tsamud, aku bersumpah kepada kalian atas nama Allah yang maha Esa dan yang di sembah, jadilah kalian menjauh dari kulitku, aku utus kepada kalian satu teriakan seperti teriakan kepada kaum 'ad dan tsamud, bagi kalian terhadapku terdapat sebuah janji yaitu aku tidak akan membunuh orang tua darimu tidak pula anak2mu, jdi pergilah kalian secepatnya (dibaca 2 kali), semoga Allah selalu memberkahi kalian.
Kitab Annawadir 146
Selasa, 02 April 2019
Kriteria sholat khusyuk
❇ *" RAHASIA SHOLAT KHUSYU' "*
Seorang bertanya pada Sayyidil Habib Umar bin Hafidz, "Bagaimana agar kita bisa khusyu'?"
Sayyidil Habib Umar bin Hafidz Hafidzahullah menjawab:
"Seseorang di katakan khusyu' jika memenuhi 6 kriteria, yaitu:
👉 *" 1. HUDURUL QOLB,"*
Hadirnya hati.
👉 *" 2. TAFAHHUMUL MA'ANI,"*
Memahami arti atas apa yang kita katakan dan yang sedang kita lakukan.
👉 *" 3. AL IJLAL WATTA'ZHIM,"*
Adanya rasa mengagungkan dan memuliakan kepada ALLAH SUBHANAHU WAA TA ALLA . Terkadang kita hadir hati, mengetahui arti tapi tanpa pengagungan, hal ini seperti seseorang yang memahami perkataan anak kecil yaitu tidak terlalu menghiraukannya
👉 *" 4. AL IJLAL WATTAA'ZHIM MA'AL HAIBAH, "*
Hendaknya rasa memuliakan dan pengagungan tadi di iringi dengan rasa haibah (kewibawaan).
Haibah: Rasa takut yang timbul karena rasa mengagungkan, Takut sholat kita tidak di terima oleh ALLAH TA ' ALA
👉 *" 5. AR-ROJA',"* Kuatnya harapan bahwa sholat kita di terima oleh ALLAH SUBHANAHU WAA TA ALLA , juga menjadi sebab dekatnya kita pada ALLAH SUBHANAHU WAA TA ALLA serta mengharapkan mendapat balasan yang agung.
👉 *" 6. HAYA',"*
Adanya rasa malu bahwasannya kita tidak (belum) menunaikan hak ALLAH SUBHANAHU WAA TA ALLA dengan semestinya.
Kemudian Habib Umar mengatakan, "Jika enam kriteria ini terdapat padamu maka sholatmu bisa di katakan sholat yang khusyu'."
Bagaimana, sholat kita sudah khusyu' apa belum ??,Yuuukk kita belajar menjadikan sholat kita sholat yg khusu' ?
Ngaji Isro' Mi'roj
Hikmah adanya isro' mi'roj
1. Menghibur nabi atas cobaan
2. Ujian bagi para sahabat
3. Pemurnian keimanan
4. Pelajaran mengenang para pendahulu
5. Kewajiban istimewa sholat 5 waktu
Sholat Nabi merupakan kumpulan sholat2 nabi2 terdahulu,
Subuh adam
Duhur dawud
Ashar sulaiman
Maghrib ayub
Isya yunus
Pelaksanaan sholat pertama kali dhuhur , karena nabi belum tahu caranya,
#Kelompok yang mengatakan kembali quran dan hadits, tanpa madzhab, bohong.
Di quran tak ada keterangan macam2 sholat, perintah global AQIMUSHOLAH, Di hadits tak ada keterangan rukun sholat,
Sholat wajib bagi islam baligh aqil, walau pernah murtad.
Tips sholat khusyu'
Rabu, 27 Maret 2019
Hadits isro' mi'roj
Hadits Shahih tentang Isra mi'raj Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim; dan lafal hadits ini berdasarkan Imam Muslim.
حَدَّثَنَا شَيْبَانُ بْنُ فَرُّوخَ، حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ، حَدَّثَنَا ثَابِتٌ الْبُنَانِيُّ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «أُتِيتُ بِالْبُرَاقِ، وَهُوَ دَابَّةٌ أَبْيَضُ طَوِيلٌ فَوْقَ الْحِمَارِ، وَدُونَ الْبَغْلِ، يَضَعُ حَافِرَهُ عِنْدَ مُنْتَهَى طَرْفِهِ» ، قَالَ: «فَرَكِبْتُهُ حَتَّى أَتَيْتُ بَيْتَ الْمَقْدِسِ» ، قَالَ: «فَرَبَطْتُهُ بِالْحَلْقَةِ الَّتِي يَرْبِطُ بِهِ الْأَنْبِيَاءُ»
Telah menceritakan kepada kami Syaiban bin Farruh, telah menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah, telah menceritakan kepada kami Tsabit al-Bunani daripada Anas bin Malik : bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaIhi wasallam bersabda: Didatangkan kepadaku Buraq, seekor tunggangan putih, lebih tinggi dari keledai dan lebih rendah dari baghal, ia berupaya meletakkan telapak kakinya di ujung pandangannya. Setelah menungganginya, maka Buraq itu berjalan membawaku hingga sampai ke Baitul Maqdis. Aku ikat (tambat) tunggangan itu di tempat para Nabi biasa menambatkan tunggangan mereka.
قَالَ " ثُمَّ دَخَلْتُ الْمَسْجِدَ، فَصَلَّيْتُ فِيهِ رَكْعَتَيْنِ، ثُمَّ خَرَجْتُ فَجَاءَنِي جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلَامُ بِإِنَاءٍ مِنْ خَمْرٍ، وَإِنَاءٍ مِنْ لَبَنٍ، فَاخْتَرْتُ اللَّبَنَ، فَقَالَ جِبْرِيلُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اخْتَرْتَ الْفِطْرَةَ،
Lalu aku masuk dan menunaikan sholat dua raka’at di dalamnya. Setelah itu aku keluar dan disambut oleh Jibril dengan secawan arak dan susu. Ketika aku memilih susu, maka Jibril berkata: “Engkau telah memilih fitrah (yaitu Islam dan Istiqomah)”.
ثُمَّ عُرِجَ بِنَا إِلَى السَّمَاءِ [ص:146]، فَاسْتَفْتَحَ جِبْرِيلُ، فَقِيلَ: مَنَ أَنْتَ؟ قَالَ: جِبْرِيلُ، قِيلَ: وَمَنْ مَعَكَ؟ قَالَ: مُحَمَّدٌ، قِيلَ: وَقَدْ بُعِثَ إِلَيْهِ؟ قَالَ: َ قَدْ بُعِثَ إِلَيْهِ، فَفُتِحَ لَنَا، فَإِذَا أَنَا بِآدَمَ، فَرَحَّبَ بِي، وَدَعَا لِي بِخَيْرٍ،
Kemudian aku dibawa naik ke langit dunia.Manakala Jibril meminta dibukakan pintu langit, maka terdengarlah suara yang bertanya, “Engkau siapa?” “Jibril.” Jawabnya. “Engkau bersama siapa?” Tanya penjaga pintu langit. “Muhammad.” Jawab Jibril. Penjaga pintu langit bertanya, “Adakah dia diutus (untuk dinaikkan ke langit bertujuan menghadap Rabb-nya)? “Ya.” Jawab Jibril. Setelah masuk, ternyata di sana aku bertemu dengan Nabi Adam 'alaihisalam dan beliau segera menyambutku lalu mendoakan kebaikan untukku.
ثُمَّ عُرِجَ بِنَا إِلَى السَّمَاءِ الثَّانِيَةِ، فَاسْتَفْتَحَ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلَامُ، فَقِيلَ: مَنَ أَنْتَ؟ قَالَ: جِبْرِيلُ، قِيلَ: وَمَنْ مَعَكَ؟ قَالَ: مُحَمَّدٌ، قِيلَ: وَقَدْ بُعِثَ إِلَيْهِ؟ قَالَ: قَدْ بُعِثَ إِلَيْهِ، فَفُتِحَ لَنَا، فَإِذَا أَنَا بِابْنَيْ الْخَالَةِ عِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ، وَيَحْيَى بْنِ زَكَرِيَّاءَ، صَلَوَاتُ اللهِ عَلَيْهِمَا، فَرَحَّبَا وَدَعَوَا لِي بِخَيْرٍ،
Kemudian kami dibawa lagi naik ke langit kedua. Manakala Jibril meminta dibukakan pintu langit, terdengar suara bertanya, “Engkau siapa?” “Jibril.” Jawabnya. “Engkau bersama siapa?” Tangan penjaga pintu langit.”Muhammad.” Jawab Jibril. Penjaga pintu langit bertanya lagi, “Adakah dia diutus (untuk dinaikkan ke langit bagi tujuan menghadap Rabb-nya)?” “Ya.” Jawab Jibril. Setelah pintu langit dibuka, aku bertemu dua orang yang bersaudara (sepupu), yaituYahya 'alayhissalam dan Isa 'alayhissalam. Setelah menyambut kedatanganku, mereka pun mendoakan kebaikan untukku.
ثُمَّ عَرَجَ بِي إِلَى السَّمَاءِ الثَّالِثَةِ، فَاسْتَفْتَحَ جِبْرِيلُ، فَقِيلَ: مَنَ أَنْتَ؟ قَالَ: جِبْرِيلُ، قِيلَ: وَمَنْ مَعَكَ؟ قَالَ: مُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قِيلَ: وَقَدْ بُعِثَ إِلَيْهِ؟ قَالَ: قَدْ بُعِثَ إِلَيْهِ، فَفُتِحَ لَنَا، فَإِذَا أَنَا بِيُوسُفَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، إِذَا هُوَ قَدِ اُعْطِيَ شَطْرَ الْحُسْنِ، فَرَحَّبَ وَدَعَا لِي بِخَيْرٍ،
Kemudian kami dibawa lagi naik ke langit ketiga. Manakala Jibril meminta dibukakan pintu langit, terdengar suara bertanya, “Engkau siapa?” “Jibril.” Jawabnya. “Engkau bersama siapa?” Tanya penjaga pintu langit. “Muhammad.” Jawab Jibril. Penjaga pintu langit bertanya, “Adakah dia diutus (untuk dinaikkan ke langit bagi tujuan menghadap Rabb-nya)?” “Ya.” Jawab Jibril. Setelah pintu langit dibuka, aku bertemu Nabi Yusuf 'alaihissalam. Sungguh, beliau telah dianugerahkan dengan separuh ketampanan. Setelah menyambut kedatanganku, beliau pun mendoakan kebaikan untukku.
ثُمَّ عُرِجَ بِنَا إِلَى السَّمَاءِ الرَّابِعَةِ، فَاسْتَفْتَحَ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلَامُ، قِيلَ: مَنْ هَذَا؟ قَالَ: جِبْرِيلُ، قِيلَ: وَمَنْ مَعَكَ؟ قَالَ: مُحَمَّدٌ، قَالَ: وَقَدْ بُعِثَ إِلَيْهِ؟ قَالَ: قَدْ بُعِثَ إِلَيْهِ، فَفُتِحَ لَنَا فَإِذَا أَنَا بِإِدْرِيسَ، فَرَحَّبَ وَدَعَا لِي بِخَيْرٍ، قَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ: {وَرَفَعْنَاهُ مَكَانًا عَلِيًّا} [مريم: 57] ،
Kamudian kami diangkat lagi ke langit keempat. Dan manakala Jibril meminta dibukakan pintu langit, terdengar suara bertanya, “Engkau siapa?” “Jibril.” Jawabnya. “Engkau bersama siapa?” Tanya penjaga pintu langit. “Muhammad.” Jawab Jibril. Penjaga pintu langit bertanya, “Adakah beliau diutus (untuk dinaikkan ke langit bagi tujuan menghadap Rabb-nya)?” “Ya”, kembali Jibril menjawab. Setelah pintu langit dibuka, ternyata aku bertemu Nabi Idris 'alaihissalam. Setelah menyambutku, beliau pun mendoakan kebaikan untukku. Lalu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam membaca firman Allah Subhanahu wa Ta’ala yang berbunyi:
وَرَفَعْنَاهُ مَكَانًا عَلِيًّا
“Dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi.” (QS. Maryam 19: 57)
ثُمَّ عُرِجَ بِنَا إِلَى السَّمَاءِ الْخَامِسَةِ، فَاسْتَفْتَحَ جِبْرِيلُ، قِيلَ: مَنْ هَذَا؟ فَقَالَ: جِبْرِيلُ، قِيلَ: وَمَنْ مَعَكَ؟ قَالَ: مُحَمَّدٌ، قِيلَ: وَقَدْ بُعِثَ إِلَيْهِ؟ قَالَ: قَدْ بُعِثَ إِلَيْهِ، فَفُتِحَ لَنَا فَإِذَا أَنَا بِهَارُونَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَرَحَّبَ، وَدَعَا لِي بِخَيْرٍ،
Kemudian kami diangkat lagi ke langit kelima. Dan manakala Jibril meminta dibukakan pintu langit, terdengar suara bertanya, “Engkau siapa?”. “Jibril” jawabnya. “Engkau bersama siapa?” Tanya penjaga pintu langit. “Muhammad.” Jawab Jibril. Penjaga pintu langit bertanya, “Adakah dia diutus (untuk dinaikkan ke langit bagi tujuan menghadap Rabb-nya)?” “Ya.” Jawab Jibril. Setelah pintu langit dibuka, aku bertemu Nabi Harun ‘alayhis Salam. Setelah menyambutku, beliau pun mendoakan kebaikan untukku.
ثُمَّ عُرِجَ بِنَا إِلَى السَّمَاءِ السَّادِسَةِ، فَاسْتَفْتَحَ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلَامُ، قِيلَ: مَنْ هَذَا؟ قَالَ: جِبْرِيلُ، قِيلَ: وَمَنْ مَعَكَ؟ قَالَ: مُحَمَّدٌ، قِيلَ: وَقَدْ بُعِثَ إِلَيْهِ؟ قَالَ: قَدْ بُعِثَ إِلَيْهِ، فَفُتِحَ لَنَا، فَإِذَا أَنَا بِمُوسَى صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَرَحَّبَ وَدَعَا لِي بِخَيْرٍ،
Kemudian kami diangkat ke langit keenam. Dan manakala Jibril meminta dibukakan pintu langit, terdengar suara bertanya, “Engkau siapa?” “Jibril.” Jawabnya. “Engkau bersama siapa?” Tanya penjaga pintu langit. “Muhammad.” Jawab Jibril. Penunggu pintu langit bertanya, “Adakah dia diutus (untuk dinaikkan ke langit bagi tujuan menghadap Rabb-nya)?”. “Ya.” Jawab Jibril. Setelah pintu langit dibuka, aku bertemu Nabi Musa ‘alaihis Salam. Setelah menyambut kedatanganku, beliau pun mendoakan kebaikan untukku.
ثُمَّ عُرِجَ بِنَا إِلَى السَّمَاءِ السَّابِعَةِ، فَاسْتَفْتَحَ جِبْرِيلُ، فَقِيلَ: مَنْ هَذَا؟ قَالَ: جِبْرِيلُ، قِيلَ: وَمَنْ مَعَكَ؟ قَالَ: مُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قِيلَ: وَقَدْ بُعِثَ إِلَيْهِ؟ قَالَ: قَدْ بُعِثَ إِلَيْهِ، فَفُتِحَ لَنَا فَإِذَا أَنَا بِإِبْرَاهِيمَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُسْنِدًا ظَهْرَهُ إِلَى الْبَيْتِ الْمَعْمُورِ، وَإِذَا هُوَ يَدْخُلُهُ كُلَّ يَوْمٍ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ لَا يَعُودُونَ إِلَيْهِ،
Kemudian kami diangkat lagi sehingga ke langit ketujuh. Manakala Jibril meminta dibukakan pintu langit, terdengar suara bertanya, “Engkau siapa?”. “Jibril”. Jawabnya. “Engkau bersama siapa?” Tanya penjaga pintu langit. “Muhammad.” Jawab Jibril. Penjaga pintu langit bertanya, “Adakah dia diutus untuk dinaikkan bagi tujuan berjumpa dengan Rabb-nya?” “Ya.” Jawab Jibril. Setelah pintu langit dibukakan, aku bertemu Nabi Ibrahim ‘alaihis Salam. Aku melihatnya sedang duduk bersandar ke Baitul Ma’mur. Tempat tersebut setiap harinya dimasuki oleh tujuh puluh ribu Malaikat (apabila mereka keluar darinya, maka) mereka tidak akan kembali lagi.
ثُمَّ ذَهَبَ بِي إِلَى السِّدْرَةِ الْمُنْتَهَى، وَإِذَا وَرَقُهَا كَآذَانِ الْفِيَلَةِ، وَإِذَا ثَمَرُهَا كَالْقِلَالِ "، قَالَ: " فَلَمَّا غَشِيَهَا مِنْ أَمْرِ اللهِ مَا غَشِيَ تَغَيَّرَتْ، فَمَا أَحَدٌ مِنْ خَلْقِ اللهِ يَسْتَطِيعُ أَنْ يَنْعَتَهَا مِنْ حُسْنِهَا، فَأَوْحَى اللهُ إِلَيَّ مَا أَوْحَى، فَفَرَضَ عَلَيَّ خَمْسِينَ صَلَاةً فِي كُلِّ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ،
Kemudian aku dibawa ke Sidaratul Muntaha. Aku melihat daunnya seperti telinga gajah sebesar tempayan/guci besar. Lalu manakala ia diliputi oleh perintah allah (sebagaimana yang dikehendaki Allah) maka ia berubah. Maka tidak ada satu pun makhluk yang dapat melukiskan keindahannya.(Rasulullah meneruskan ceritanya): Lalu Allah mewahyukan kepadaku apa yang Dia kehendaki untuk diwahyukan, yaitu diwajibkan ke atasku dalam sehari semalam lima puluh kali sholat.
فَنَزَلْتُ إِلَى مُوسَى صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ: مَا فَرَضَ رَبُّكَ عَلَى أُمَّتِكَ؟ قُلْتُ: خَمْسِينَ صَلَاةً، قَالَ: ارْجِعْ إِلَى رَبِّكَ فَاسْأَلْهُ التَّخْفِيفَ، فَإِنَّ أُمَّتَكَ لَا يُطِيقُونَ ذَلِكَ، فَإِنِّي قَدْ بَلَوْتُ بَنِي إِسْرَائِيلَ وَخَبَرْتُهُمْ "، قَالَ: " فَرَجَعْتُ إِلَى رَبِّي، فَقُلْتُ: يَا رَبِّ، خَفِّفْ عَلَى أُمَّتِي، فَحَطَّ عَنِّي خَمْسًا،
Aku pun turun membawa kewajiban itu. Ketika aku bertemu kembali dengan Nabi Musa ‘alaihis Salam, beliau berkata, “Apa yang diwajibkan oleh Rabb-mu terhadap umatmu?” “Lima puluh kali solat pada setiap hari.” Jawabku. Musa berkata, “Kembalilah kepada Rabb-mu dan mohonlah keringanan kepada-Nya untuk umatmu, kerana mereka tidak akan mampu melaksanakannya. Aku telah mencuba dan menguji Bani Israil.” Maka aku pun kembali menghadap Rabb-ku dan berkata, “Wahai Rabb-ku, ringankanlah bagi umatku.” Atas permohonan tersebut, maka Allah menguranginya lima kali solat.
فَرَجَعْتُ إِلَى مُوسَى، فَقُلْتُ: حَطَّ عَنِّي خَمْسًا، قَالَ: إِنَّ أُمَّتَكَ لَا يُطِيقُونَ ذَلِكَ، فَارْجِعْ إِلَى رَبِّكَ فَاسْأَلْهُ التَّخْفِيفَ "، قَالَ: " فَلَمْ أَزَلْ أَرْجِعُ بَيْنَ رَبِّي تَبَارَكَ وَتَعَالَى، وَبَيْنَ مُوسَى عَلَيْهِ السَّلَامُ
Setelah itu, aku turun, sehingga bertemu kembali dengan Nabi Musa ‘alaihis Salam, beliau berkata, “Apa yang telah engkau lakukan?” Aku menjawab, “Lima kali solat telah digugurkan (dikurangkan) dariku.” “Sesungguhnya umatmu tidak akan sanggup, kembalilah kepada Rabb-mu dan mohonlah kepada-Nya keringanan lagi untuk umat-mu”, (pesan Nabi Musa ‘alaihis Salam). (Rasulullah menyatakan): Maka sentiasa aku berulang-alik antara Rabb-ku dengan Nabi Musa ‘alaihis Salam. Setiap kali aku kembali kepada-Nya, maka Allah meringankan untukku lima kali solat.
حَتَّى قَالَ: يَا مُحَمَّدُ، إِنَّهُنَّ خَمْسُ صَلَوَاتٍ كُلَّ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ، لِكُلِّ صَلَاةٍ عَشْرٌ، فَذَلِكَ خَمْسُونَ صَلَاةً، وَمَنْ هَمَّ بِحَسَنَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كُتِبَتْ لَهُ حَسَنَةً، فَإِنْ عَمِلَهَا كُتِبَتْ لَهُ عَشْرًا، وَمَنْ هَمَّ بِسَيِّئَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا لَمْ تُكْتَبْ شَيْئًا، فَإِنْ عَمِلَهَا كُتِبَتْ سَيِّئَةً وَاحِدَةً "،
Akhirnya Allah berfirman, “Wahai Muhammad, hanya lima kali solat sehari semalam, setiap kali sholat Aku lipat gandakan pahalanya menjadi sepuluh. Maka perkara itu (menjadi setara dengan) lima puluh kali solat. Sesiapa yang berkeinginan (kuat) untuk melakukan kebaikan, lalu dia tidak melakukannya, maka ditulislah satu pahala untuknya. Namun, jika dia melakukannya, maka ditulislah untuknya sepuluh pahala. Dan sesiap yang berkeinginan melakukan perbuatan jahat, lalu dia tidak melakukannya, maka tidak ditulis ke atasnya apa-apa. Namun, jika dia melakukannya, maka ditulislah ke atasnya dosa.”
قَالَ: " فَنَزَلْتُ حَتَّى انْتَهَيْتُ إِلَى مُوسَى صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَأَخْبَرْتُهُ، فَقَالَ: ارْجِعْ إِلَى رَبِّكَ فَاسْأَلْهُ التَّخْفِيفَ "، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " فَقُلْتُ: قَدْ رَجَعْتُ إِلَى رَبِّي حَتَّى اسْتَحْيَيْتُ مِنْهُ'
Lalu aku turun hingga bertemu kembali dengan Nabi Musa ‘alaihis Salam, aku pun memberitahu bahawa telah tinggal lima kali solat sehari semalam. “Kembalilah kepada Rabb-mu, mohonlah kembali keringanan untuk umatmu. Kerana sesungguhnya umatmu tidak akan mampu melaksanakannya.” Pesan Nabi Musa ‘alaihis Salam.
Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa Sallam bersabda, “Aku menjawab, “Sungguh aku telah berulang kali menghadap dan memohon keringanan kepada Rabb-ku, sehingga aku telah merasa malu”. (HR. Imam Muslim)
Imam Hakim di dalam kitab Mustadrak meriwayatkan sebuah hadits melalui Ibnu Abbas yang menceritakan, bahwa Rasûlullâh saw telah bersabda, "Aku melihat Rabbku Azza Wajalla."

